Sekretaris CEO

Sekretaris CEO

Siti Nadia · Selesai · 540.9k Kata

901
Populer
2.4k
Dilihat
75
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

[WARNING 21+ Novel ini mengandung konten dewasa] Haley tertekan lahir batin karena harus menjadi sekretaris Justin Christopher Lawrence, CEO super sibuk yang berwatak dingin, galak, dan sangat tegas. Karena diberi gaji yang besar, Haley pun tidak mau mundur dan tetap bekerja untuk lelaki beranak satu itu. Tak hanya mengurusi jadwal pekerjaan Justin, Haley juga harus mengurus jadwal kegiatan Lily, putri tunggal Justin yang masih berusia lima tahun. Lily yang selama ini ditinggal pergi oleh ibunya yang selingkuh dengan pria lain, akhirnya menjadi sangat dekat dengan Haley. Hingga suatu hari, tiba-tiba Justin memanggil Haley untuk berkata, “Menikahlah denganku. Aku ingin kau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anakku."

Bab 1

Wanita berambut cokelat sepunggung yang memakai gaun biru seatas lutut itu meletakkan gelas wiskinya ke atas meja konter bar dengan agak kasar. Perbuatannya itu berhasil membuat Elanor, sahabatnya yang duduk di sebelah kirinya, tersentak kaget dan langsung menatapnya dengan kening berkerut.

Haley menghela napas panjang, kemudian menatap pramusaji yang berdiri di belakang konter bar, mengisyaratkan pada pramusaji itu untuk menuangkan wiski lagi ke gelasnya.

"Biar aku tebak, kau pasti belum mendapatkan pekerjaan, makanya terlihat sangat muram begini. Benar, kan?" tebak Elanor, yang pada akhirnya membuat Haley hanya bisa menghela napas lagi, meratapi nasibnya sendiri.

"Hei, Haley, bukankah kemarin kau bilang padaku kalau hari ini kau ada jadwal interview?" tanya Elanor. Wanita berambut pendek itu menepuk-nepuk bahu Haley, sebagai upaya untuk sedikit memberi hiburan.

"Ya, memang. Seminggu yang lalu aku dihubungi oleh pihak Lawrence Company, dan siang tadi aku mengikuti interview di sana," ujar Haley.

Elanor manggut-manggut, "Well, that's great! Lawrence Company adalah perusahaan teknologi yang sangat besar dan cukup ternama di negeri ini. Ketika pihak mereka menghubungimu untuk mengikuti proses interview, itu artinya kau memang dianggap memiliki potensi besar. Lalu, setelah tadi siang mengikuti interview di sana, mengapa sekarang kau malah terlihat tertekan seperti ini? Apa mereka langsung menolakmu?”

“Tidak, sih. Jika aku diterima, pihak HRD Lawrence Company akan menghubungiku dan memberi kabar. Tapi jika tidak, ya begitulah...” desis Haley.

“Ya sudah, bersabarlah menunggu kabar dari pihak mereka. Aku yakin, kali ini kau pasti akan berhasil dan bisa mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan,” kata Elanor untuk menyemangati.

Haley menatap Elanor dan tersenyum tipis pada karibnya itu. Elanor adalah putri bungsu dari seorang pemilik hotel bintang lima di New York yang punya cabang di berbagai negara bagian di sekitaran New York. Tidak mengandalkan nama orang tuanya ataupun memanfaatkan harta yang dimiliki keluarganya, Elanor tetap bekerja keras hingga sekarang dia telah berhasil menjadi jurnalis di salah satu stasiun televisi Amerika.

Elanor kerap kali pergi ke luar kota, mendatangi berbagai negara bagian di seluruh Amerika Serikat, bahkan hingga pergi ke luar negeri untuk menjalani tugasnya sebagai seorang jurnalis.

Kalau disuruh untuk jujur, sebenarnya Haley merasa agak iri pada karibnya itu. Mereka sudah berteman dekat sejak masih sekolah, dan saat kuliah pun mereka semakin dekat karena berada di universitas yang sama meski berbeda jurusan, Elanor jurusan Jurnalistik, sedangkan Haley jurusan Bisnis dan Manajemen.

Mereka berdua sama-sama berumur 25 tahun, tapi nasibnya dan nasib Elanor sungguh berbanding terbalik. Pada usia yang memang sudah seharusnya mulai merintis kesuksesan, Haley malah berada di atas batu yang sama dan tidak pernah berpindah posisi sedikitpun sejak tiga tahun yang lalu setelah lulus dari kuliah.

Hingga detik ini, Haley belum memiliki pekerjaan tetap meski pada masa kuliah ia sempat magang di beberapa perusahaan ternama. Hidupnya masih bergantung pada kedua orang tua, bahkan biaya makan dan untuk membayar biaya sewa apartemen pun ia masih mengharap pemberian dari orang tuanya.

Namun, untungnya saja kedua orang tuanya tidak pernah mengeluh ataupun protes, tapi justru selalu merangkul dan mendukung Haley untuk berjuang lebih keras lagi agar segera mendapat pekerjaan yang dia inginkan di kota metropolitan yang cukup keras seperti New York.

Sedangkan Elanor, dia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang lumayan, ditambah lagi sudah bertunangan dengan seorang pengusaha muda yang tentunya dapat menjanjikan masa depan pernikahan yang cemerlang untuk Elanor.

Akan tetapi, Haley tidak dibutakan oleh rasa cemburu atas kesuksesan Elanor, justru ia merasa sangat kagum dan begitu bangga karena memiliki sahabat sehebat Elanor. Keiriannya pada Elanor sekadar ia jadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan minatnya.

Jujur saja, mengadu nasib sebagai pengangguran di New York adalah hal yang sangat berat. Ayah dan ibunya adalah bankir investasi di perusahaan yang cukup ternama di Amerika Serikat, dan hal itu jelas dapat mendeskripsikan bahwa tidak sulit bagi mereka untuk memberikan segalanya pada Haley, putri semata wayang mereka.

Akan tetapi, Haley sadar diri bahwa dirinya sudah berusia 25 tahun dan tidak mau terus-menerus menyusahkan kedua orang tuanya. Mau jadi apa ia jika terus menganggur dan hanya bergantung pada kekayaan yang dimiliki ayah dan ibunya? Ia tidak mau hanya duduk diam dan berharap akan ada seorang pria kaya raya yang mendatanginya dan menikahinya.

“Omong-omong, di Lawrence Company, kau melamar di posisi apa?” tanya Elanor.

“Well, di sana sedang membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi kandidat sekretaris CEO dan sekretaris Wakil Direktur. Kalau Tuhan mau memberikan keajaiban, aku harap aku diterima menjadi sekretaris CEO Lawrence Company. Kabulkan doaku, Tuhan!” tutur Haley sambil menatap ke atas dengan wajah memelas, berharap Tuhan mau mengasihaninya.

“Hebat! Aku yakin, kau pasti akan diterima, Haley. Aku percaya padamu,” kata Elanor.

Haley tersenyum padanya, “Terima kasih. Semoga saja.”

Hingga dua jam kemudian, mereka asyik minum-minum dan mengobrol banyak hal. Sudah hampir satu bulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Haley sibuk mencari pekerjaan, sementara Elanor sibuk dengan pekerjaannya sebagai jurnalis, sehingga mereka hanya berkomunikasi lewat ponsel.

Hingga ketika malam semakin larut dan Haley sudah menghabiskan hampir enam gelas wiski, Haley merasa kalau tubuhnya sudah mulai goyah terhadap keseimbangan kesadaran dan mulai mabuk.

Elanor berniat mengajak Haley untuk segera pulang sebelum Haley membuat kekacauan di dalam bar, sebab Elanor tahu betul kalau Haley akan bertingkah ‘gila’ saat sedang mabuk.

Namun, kandung kemih Haley keburu penuh dan membuatnya butuh pergi ke toilet dulu sebelum pulang.

Jadilah akhirnya, Haley pun turun dari kursinya dan berjalan melewati keramaian yang terjalin di seluruh penjuru bar, mengingat waktu tengah malam hampir tiba.

“Haley! Toiletnya bukan di sana!” Elanor berteriak ketika melihat Haley berjalan ke arah barat, yang mana Haley baru sadar kalau itu adalah arah menuju pintu keluar. Suara Elanor yang berteriak pada Haley seolah berusaha mengalahkan alunan musik di dalam bar yang menggema cukup keras.

Meski sudah sedikit lunglai karena pengaruh alkohol yang sejak tadi ia minum, tapi Haley masih bisa mendengar suara karibnya itu. Maka, ia pun memutar langkahnya dan berjalan ke arah timur seperti yang diberitahu Elanor.

Langkahnya terhenti ketika ia melewati sebuah meja yang terletak di sudut bar. Karena pandangannya sudah sedikit mengabur, ia memicingkan kedua matanya saat melihat ada sesuatu yang sangat menarik di sana.

Haley sendiri harus mengakui bahwa kalau sedang mabuk, ia kerap kali kehilangan akal. Ia akan melakukan apapun, bertingkah sesuka hati, dan tidak tahu malu. Memang tidak salah jika Elanor kerap menyebut Haley ‘gila’ jika sedang mabuk.

Jadi, ketika ia merasa tertarik pada seorang pria tampan berdasi merah dan berperawakan maskulin yang sedang duduk sendirian di meja tersebut, Haley yang sudah mulai mabuk pun merasa tergoda, dan jiwa gatalnya meronta-ronta. Kandung kemihnya mendadak kosong, seolah ada penyedot air yang sudah mengosongkannya sehingga ia tidak lagi ingin kencing.

Akhirnya, dalam kondisi setengah mabuk, Haley mendatangi meja itu dan menghampiri pria berdasi merah yang sedang menenggak vodka di sana.

“Hei,” panggil Haley.

Pria itu menenggak vodkanya dengan gelas shot, lalu menatap Haley dengan kedua alis terangkat.

“You want another shot?” Haley bertanya padanya, mencoba untuk menggodanya.

Pria itu terdiam. Kedua mata birunya yang tajam bak elang itu menatap Haley dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sesaat kemudian, sembari memandangi gelas shot yang masih dia pegang, dia membalas ucapan Haley, “What kind of shot?”

“Love shot!” seru Haley sambil memberikan tanda hati dengan kedua tangannya.

Pria itu bergeming, menatap Haley dengan tatapan tajam dan dingin. Sementara itu, Haley yang memang sudah menggila, tertawa terbahak-bahak dan tidak malu sama sekali di hadapan pria tampan tersebut.

“That was nice,” kata pria itu dengan wajah tanpa ekspresi, “Siapa namamu?”

Dengan girang, Haley menjulurkan tangan kanannya, mengajak pria itu untuk berjabat, “Haley.”

Pria berparas dingin itu menatap uluran tangan Haley. Dia tidak menyambut tangan gadis itu untuk berjabat, tapi justru hanya menatapnya saja.

“Koreksi jika aku salah, Nona Haley,” kata pria tersebut.

Haley terdiam menatap pria itu dengan kedua matanya yang mengerjap beberapa kali.

“Kau Haley Gwendelyn Walter, salah satu kandidat yang melamar menjadi sekretaris CEO di Lawrence Company. Benar, bukan?”

“Y-ya, benar,” jawab Haley dengan terbata, “Bagaimana kau bisa tahu?”

Pria itu mengeluarkan secarik kartu nama berwarna hitam dari saku jasnya, kemudian memberikannya pada Haley.

Haley pun menerima kartu nama tersebut dan mulai membacanya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat di sana tertulis JUSTIN CHRISTOPHER LAWRENCE sebagai FOUNDER & CEO.

"Aku Justin Lawrence, CEO dari Lawrence Company," kata pria itu.

Haley hanya diam karena masih terkejut.

“Well, karena kebetulan aku bertemu denganmu di sini, lebih baik aku saja yang langsung memberitahumu agar pihak HRD tidak perlu menghubungimu lagi.”

Haley terdiam menatap pria bernama Justin itu sambil mengatup bibirnya rapat-rapat.

“Mulai hari Senin, kau sudah harus datang ke kantor dan bekerja untukku.”


Bersambung.....

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

2k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

1k Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

367.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · FancyZ
Menikah selama empat tahun, Emily tetap tidak memiliki anak. Diagnosis rumah sakit membuat hidupnya terjun ke neraka. Tidak bisa hamil? Tapi suaminya jarang di rumah selama empat tahun ini, jadi bagaimana dia bisa hamil?
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

1.6k Dilihat · Selesai · Miss Yulie 2
Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

745 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Foxy Wife

Foxy Wife

596 Dilihat · Selesai · Raein23
Deby, nama perempuan yang rela memberikan seluruh hidup ke orang yang tak ia kenal demi pembalasan dendam atas kematian keluarganya.

Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.

Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.

Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.

Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.

Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.

Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.

Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.

Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?

Akankah hubungan mereka berjalan baik?

Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Pengantin Mafia-Nya

Pengantin Mafia-Nya

17.1k Dilihat · Selesai · Adaririchichi
Cengkeraman besinya mengikat erat pinggangku dan dia menekanku ke dinding.
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.

Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.


Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.

Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.

Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.

Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.

Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Cinta Terlarang Dengan Istriku

Cinta Terlarang Dengan Istriku

1.4k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Kakak ipar yang hijau, mengaduk-aduk pernikahan, He Wei menepuk pantatnya!
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Bapak Forbes

Bapak Forbes

17.5k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.