Pembekuan Global: Aku Membangun Rumah Aman untuk Kiamat

Pembekuan Global: Aku Membangun Rumah Aman untuk Kiamat

James Smith · Sedang Diperbarui · 726.1k Kata

675
Populer
675
Dilihat
202
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Pembekuan Global: Aku Membangun Rumah Aman untuk Kiamat

Bab 1

Sakit.

Sakit yang kelewat sakit.

Rasa nyeri seperti disayat-sayat merambat ke seluruh tubuh Steven Rogers, menelan tulangnya, meremukkan napasnya.

Pandangan Steven menghitam seketika, lalu kesadarannya putus.

Namun detik berikutnya—ia mendadak membuka mata.

Steven tersentak duduk dari sofa, napasnya megap-megap. Adegan neraka yang baru saja ia alami, rasa sakit yang tak tertahankan itu… menancap kuat, mustahil dilupakan.

Keringat membanjiri sekujur tubuhnya sampai kausnya lengket.

“Apa-apaan…? Bukannya aku sudah mati diinjak-injak tetangga sialan itu?”

Bukan sekadar perasaan. Itu kenyataan pahit yang beberapa saat lalu masih ia jalani.

Baru beberapa detik sebelumnya, Steven dihajar habis-habisan oleh orang-orang yang pernah ia percaya—teman, tetangga, orang yang dulu ia tolong. Kepalan, tendangan, bahkan kayu di tangan mereka turun bertubi-tubi seperti hujan.

Di kiamat yang serba kekurangan itu, mereka sama sekali tak mengingat bantuan Steven. Yang mereka tahu cuma merampas.

Menjelang detik terakhir hidupnya, ia sempat melihat sesosok perempuan yang dulu ia puja—Alice Sanders—berdiri di belakang kerumunan, berteriak dengan wajah memelas tapi mata penuh perhitungan.

“Aku yang nyuruh dia buka pintu! Kalian harus kasih aku jatah tambahan!”

Perempuan itu.

Alice Sanders.

Dialah yang menipu Steven supaya membuka pintu. Dan begitu pintu terbuka, kematian datang tanpa ampun.

Tatapan Steven kala itu dipenuhi benci—dan penyesalan yang menggigit sampai ke dasar hati.

Yang bisa ia salahkan cuma dirinya sendiri: terlalu bodoh, terlalu percaya, terlalu baik di dunia yang tak lagi mengenal kebaikan.

Andai saja semuanya bisa diulang…

Kalau diberi kesempatan kedua, ia tak akan iba pada siapa pun. Ia akan hidup untuk dirinya sendiri.

Lalu… apa yang terjadi sekarang?

Setelah napasnya agak tenang, Steven mulai menatap sekitar. Suhu ruangan nyaman—tidak menggigit, tidak menusuk tulang. Pemandangan ini terlalu familier.

Ini… rumahnya.

Di sampingnya, ponsel tergeletak. Steven meraihnya refleks. Layar menyala.

Tanggal di sana tertulis: 12 November.

Steven membeku.

Masih ada satu bulan penuh sebelum kiamat itu datang.

“Jadi… aku terlahir kembali.”

Steven menarik napas dalam-dalam. Kepalanya yang sempat kacau perlahan menyusun potongan-potongan kenyataan. Ia paham apa yang baru saja terjadi.

Desember 2050, Bumi terkena dampak ledakan supernova yang terjadi lima ratus ribu tahun cahaya jauhnya. Dampaknya bukan sekadar gangguan kecil—melainkan badai dingin global yang mengubah dunia jadi kuburan es.

Suhu turun drastis. Di Starlight City, tempat Steven tinggal, suhu harian berkisar minus enam puluh sampai minus tujuh puluh derajat Fahrenheit. Badai salju berlangsung sebulan penuh, menelan kota itu sampai terkubur rapat.

Kabarnya, di utara Starlight Kingdom, suhu menyentuh angka mengerikan: minus seratus derajat Fahrenheit. Tanah—jalan, rumah, pepohonan—semuanya lenyap di bawah es dan salju.

Spesies punah besar-besaran. Dan bahkan di antara manusia… tingkat kematian selama bencana itu melampaui sembilan puluh lima persen.

Steven bangkit dari kursi, membuka kulkas, lalu mengambil sebotol air mineral. Begitu tutupnya diputar, dia menenggak tanpa berhenti, sampai isi botol itu tinggal sedikit.

Airnya dingin sampai ngilu, tapi entah kenapa rasanya nikmat banget saat ini—nikmat yang nyaris bikin matanya panas.

Di masa kiamat nanti, air bukan sesuatu yang bisa didapat dengan santai dari kulkas. Satu-satunya cara orang-orang memperoleh air adalah keluar rumah, menantang suhu gila-gilaan—minus enam puluh sampai tujuh puluh derajat Fahrenheit—lalu menggali salju buat dilelehkan.

Dan tindakan sesederhana itu pun bisa berujung mati kedinginan.

Steven menutup botol, dadanya naik turun pelan. Dalam hati, rasa syukur karena diberi kesempatan hidup lagi mengalir begitu kuat.

Namun, di balik rasa syukur itu, sorot matanya mengeras tajam.

Pengalaman sebulan itu jelas bukan mimpi. Terutama rasa sakit saat tubuhnya dicabik dan dipotong-potong—terlalu nyata untuk disebut halusinasi.

Dia masih ingat. Jelas. Siapa saja yang membuatnya mati.

Di hidup yang ini, Steven bersumpah dia akan hidup baik-baik… dan dia tak akan mengampuni orang-orang itu lagi.

Bahkan, selama keselamatannya terjamin, dia harus membalas dengan setimpal. Bukan sekadar balas dendam—tapi hukuman yang bikin mereka menyesal pernah menyentuhnya.

Tapi untuk saat ini, yang paling penting: bagaimana caranya bertahan menghadapi kiamat yang tinggal satu bulan lagi.

Kalau bicara kondisi hidup, Steven termasuk beruntung. Orang tuanya sudah meninggal sejak lama, meninggalkan sebuah rumah seluas 1.300 square-foot di Starlight City. Tabungannya juga masih tebal—lebih dari tiga ratus ribu dolar. Di masa normal, itu lebih dari cukup buat hidup nyaman.

Sayangnya, “masa normal” sebentar lagi akan jadi cerita lama.

Begitu kiamat datang, dunia akan dihantam kelangkaan sumber daya. Uang yang dia pegang bisa jadi cuma kertas tak berguna kalau tidak ditukar menjadi barang-barang yang benar-benar bisa dimakan, dipakai, dan dipertahankan.

Lagi pula, untuk bertahan hidup, yang dibutuhkan bukan sedikit.

Dan karena kali ini dia punya kesempatan persiapan, Steven tidak mau sekadar hidup ala kadarnya. Dia ingin tetap punya kualitas hidup. Makanan tentu wajib. Tapi hiburan juga harus dipikirkan—kalau tidak, mentalnya bisa rontok pelan-pelan karena hari-hari yang kosong dan dingin.

Belum lagi senjata dan perlengkapan. Itu harga mati. Tanpa itu, dia tak akan bisa menjamin keselamatannya sendiri… apalagi menuntaskan balas dendam pada para tetangga.

Saat pikiran Steven berputar cepat, tiba-tiba seberkas cahaya putih menyala di depan matanya.

Dia mengerjap. Sekilas dia mengira mata kanannya kabur, jadi tangannya refleks terangkat untuk mengucek.

Namun, belum sempat menyentuh kelopak, gelombang informasi yang asing mendadak membanjiri kepalanya.

Cahaya putih itu… seperti bagian dari dirinya sendiri.

Dan seolah ada penjelasan yang “muncul” begitu saja di benaknya: apa itu cahaya putih, bagaimana cara menggunakannya, apa yang bisa dilakukan.

Begitu Steven memikirkannya, kesadarannya seperti ditarik masuk.

Dalam sekejap, dia sudah berdiri di sebuah ruang putih yang luas—terlalu luas. Sunyi. Kosong. Seolah dunia ini hanya terdiri dari putih yang tak berujung.

Dia menoleh ke kiri, ke kanan, mencoba mencari batas. Tidak ada. Hanya hamparan kosong yang membuat tengkuknya merinding.

“Ini… ruang dimensi?” gumam Steven pelan.

“Jadi setelah hidup lagi… aku dapat kemampuan aneh begini.”

Jantungnya berdebar kencang, kali ini bukan karena takut—melainkan gembira yang nyaris meledak.

Sepertinya tubuhnya mengalami mutasi. Dan mutasi itu memberinya kekuatan yang tidak masuk akal.

Dengan ruang sebesar ini, menyimpan persediaan untuk menghadapi kiamat akan jadi jauh lebih mudah.

Namun Steven jadi penasaran: sebesar apa sebenarnya kapasitas ruang putih itu, dan apa ada batasan untuk barang-barang yang bisa ia masukkan ke dalamnya?

Kesadarannya seketika kembali ke kamar. Tanpa buang waktu, ia mulai bereksperimen—mencoba “menyimpan” barang-barang rumah tangga.

Cangkir teh, baskom cuci. Masuk dengan mulus, seolah ditelan begitu saja.

Steven lalu menaikkan levelnya.

Televisi, kulkas, mesin cuci, komputer, AC, vacuum cleaner.

Ruang putih itu menerima semuanya tanpa ragu sedikit pun.

Lebih gilanya lagi, cukup dengan satu niat di kepala, Steven bisa mengeluarkan barang-barang itu lagi kapan pun ia mau.

Tapi ia juga segera menemukan sisi sulitnya.

Benda yang sedang menerima tekanan besar dari luar—atau yang tidak benar-benar “berdiri sendiri”—ternyata susah disimpan.

Contohnya, ketika ia mencoba mencongkel papan lantai, ruang dimensi itu sama sekali tidak bereaksi.

“Berarti ruang dimensi ini punya banyak aturan… dan aku harus pelan-pelan memahaminya,” gumamnya.

“Tapi… punya tempat segede ini buat nyimpen barang aja sudah cukup buat aku numpuk sumber daya sebanyak-banyaknya!”

Steven menjilat bibirnya, dan sebuah rencana nekat mulai terbentuk di benaknya.

Ia adalah supervisor Southern Warehouse milik Walmart.

Sebagai jaringan supermarket terbesar di dunia, Walmart punya jenis produk yang nyaris nggak ada habisnya.

Di Starlight Kingdom, Walmart bahkan memiliki tiga gudang raksasa: Central Warehouse, Southern Warehouse, dan Northern Warehouse.

Semua besar—tapi Southern Warehouse beda kelas.

Gudang itu dibangun tahun 2040. Panjangnya 5.000 kaki, lebarnya 2.300 kaki, dengan luas lebih dari satu juta kaki persegi. Gudang terbesar di dunia!

Presiden distrik Woodville Walmart pernah sampai menyebutnya “Keajaiban Dunia Kedelapan.”

Memang, secara resmi dunia cuma mengakui Tujuh Keajaiban. “Keajaiban kedelapan” itu cuma gelar yang dipasang sendiri—dan pesaingnya ada ribuan.

Tapi satu hal tak bisa dibantah: dari segi skala dan kapasitas penyimpanan, Southern Warehouse benar-benar termasuk yang paling gila di planet ini.

Isi inventarisnya saja cukup untuk memasok beberapa kota berpenduduk jutaan orang selama seminggu.

Artinya… kalau Steven bisa mengosongkan satu gudang dan memindahkan semua persediaannya ke ruang dimensi itu—

bukan cuma cukup makan seumur hidup. Mungkin cukup buat sepuluh kali seumur hidup.

Dan poin paling menggiurkan?

Kontrol kualitas Walmart terkenal ketat.

Di dalam gudang itu tidak ada barang murahan tanpa merek. Mau makanan, kebutuhan rumah tangga, sampai barang-barang mewah—semuanya merek terkenal.

Kalau Steven bisa menguras satu gudang Walmart, ia tak perlu lagi pusing soal persediaan saat kiamat datang. Ia bahkan bisa hidup jauh lebih nyaman dibanding kebanyakan orang.

Sebagai supervisor gudang, Steven hafal setiap rak, setiap sudut kamera pengawas, sampai jadwal kerja setiap karyawan—sehafal punggung tangannya sendiri.

Mengosongkan gudang itu sama sekali bukan hal sulit buatnya.

“Kalau mau hidup nyaman di masa kiamat, masalah pertama yang harus dibereskan itu makanan. Dan itu gampang,” gumam Steven pelan, seperti sedang menegaskan rencana di kepalanya sendiri.

“Selain belanja harian, aku juga bisa ambil barang-barang lain dari gudang. Tapi nggak boleh gegabah. Aku harus cek situasi dulu.”

“Lagi pula, aku cuma bisa mindahin barang di beberapa hari terakhir sebelum kiamat, biar nggak narik perhatian. Kalau sampai ketangkep, masuk penjara… aku pasti nggak akan bertahan lama.”

Steven menulis “makanan” di catatan kecilnya, lalu memberi tanda centang tebal.

“Berikutnya, pemanas.”

“Setelah kiamat, pasokan energi bakal langka banget. AC juga cepat atau lambat bakal jadi rongsokan.”

“Jadi aku harus pakai cara paling sederhana. Perapian itu pilihan terbaik!”

Perapian memanaskan ruangan dengan metode primitif—cara lama yang justru paling bisa diandalkan saat semuanya runtuh.

Di Eropa, daerah yang musim dinginnya terkenal menggigit, cara seperti ini sering dipakai untuk bertahan melewati bulan-bulan panjang yang beku.

“Kalau begitu, rumah juga harus direnovasi. Sekalian pasang insulasi.”

Begitu memikirkan renovasi, ingatan Steven terseret ke kehidupan sebelumnya—saat rumahnya pernah dibobol. Dadanya mendadak sesak, seolah ada tangan tak terlihat yang mencengkeram jantungnya.

“Aku juga harus bikin rumahku jadi benteng yang nggak bisa ditembus.”

“Pertama, pasang pelat baja tebal atau bahan alloy di sekelilingnya. Minimal… rumah ini harus sanggup nahan ledakan biasa.”

Di masa setelah kiamat, orang bisa melakukan apa pun demi hidup. Kalau dia lengah sedikit saja, itu sama artinya mengundang ajal.

Steven sama sekali tak berani menyisakan rasa aman palsu. Dia sudah pernah mencicipi kematian sekali—dan dia tak mau mengulanginya.

Urusan safe house juga masih bisa diselesaikan.

Di Starlight City ada perusahaan keamanan yang memang melayani kalangan kaya—termasuk pembangunan rumah perlindungan.

Steven teringat berita yang pernah ia tonton di kehidupan sebelumnya: seorang miliarder top di luar negeri membangun benteng super yang bahkan sanggup menahan serangan nuklir skala kecil.

“Berikutnya obat-obatan. Aku harus mencegah sakit di saat nggak ada yang bisa nyembuhin.”

“Gudang Walmart punya banyak obat umum buat flu, demam, dan penyakit ringan. Tapi itu jauh dari cukup.”

“Badai es itu bakal berlangsung setidaknya puluhan tahun. Aku harus siap total.”

Untungnya, Steven punya koneksi lumayan di Starlight City.

Sebagai manajer gudang, dia kenal beberapa petugas yang mengurus gudang penyimpanan rumah sakit.

Selama dia bisa nyiapin uang yang cukup, obat apa pun yang dia butuhkan bisa dia dapatkan.

Setelah merapikan masalah-masalah itu di kepalanya, Steven mengetuk-ngetukkan pulpen ke atas buku catatannya.

“Terus… masih ada satu masalah terakhir.”

Tatapannya mengeras, tajam seperti bilah pisau.

“Senjata!”

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

730 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Sang Profesor

Sang Profesor

16.1k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

31.7k Dilihat · Selesai · Oguike Queeneth
"Memekmu basah banget buat kami, minta banget buat dipakai." Suaranya yang dalam membuatku merinding.

"Kamu mau itu, sayang? Kamu mau kami kasih apa yang diinginkan memek kecilmu?"

"Y...ya, Pak." Aku menghela napas.


Kerja keras Joanna Clover selama kuliah terbayar ketika dia mendapat tawaran pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan impiannya, Dangote Group of Industries. Perusahaan ini dimiliki oleh tiga pewaris mafia, mereka tidak hanya memiliki bisnis bersama, tetapi juga kekasih dan sudah bersama sejak masa kuliah.

Mereka tertarik secara seksual satu sama lain tetapi mereka berbagi segalanya bersama termasuk wanita dan mereka menggantinya seperti baju. Mereka dikenal sebagai playboy paling berbahaya di dunia.

Mereka ingin berbagi dirinya, tapi apakah dia akan menerima kenyataan bahwa mereka juga bercinta satu sama lain?

Apakah dia akan mampu menavigasi antara bisnis dan kesenangan?

Dia belum pernah disentuh oleh pria sebelumnya apalagi tiga sekaligus. Apakah dia akan menurut?
Guru Montok dan Menggoda Saya

Guru Montok dan Menggoda Saya

54.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Henry
Nama saya Kevin, dan saya seorang siswa SMA. Saya mengalami pubertas lebih awal, dan karena penis saya yang besar, saya sering memiliki tonjolan yang jelas saat pelajaran olahraga. Teman-teman sekelas saya selalu menghindari saya karena hal itu, yang membuat saya sangat tidak percaya diri ketika masih muda. Saya bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang drastis untuk menghilangkannya. Sedikit yang saya tahu, penis besar yang saya benci sebenarnya adalah sesuatu yang dikagumi oleh guru-guru saya, wanita cantik, dan bahkan selebriti. Hal itu akhirnya mengubah hidup saya.
(Terdapat banyak konten seksual dan merangsang, anak di bawah umur tidak diperbolehkan membaca!!!)
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

8.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.1k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Boneka Iblis

Boneka Iblis

11.1k Dilihat · Selesai · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

725 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.1k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Putri Sang Kesatria

Putri Sang Kesatria

3.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Dengan hati penuh harap, ia menanti di rumah selama tiga tahun yang panjang. Namun, kabar yang diterimanya justru kemenangan sang pahlawan dan pernikahannya dengan wanita lain.

Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.

Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.

Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.

PUTRI SANG KESATRIA
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

5.8k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.